Cara Memulai Usaha Percetakan dan Peralatan yang Harus Dimiliki

cara memulai usaha percetakan Bangkit Perkasa Sukses distributor atk seindonesia

Usaha percetakan masih menjadi peluang bisnis yang menjanjikan meski saat ini telah memasuki zaman digitalisasi. Hal tersebut tidak lain dipengaruhi oleh faktor permintaan terhadap produksi benda cetak seperti buku, undangan, hingga spanduk, yang masih tinggi dan diminati.

Terutama jika Anda membuka bisnis percetakan di lingkungan perkantoran maupun kampus, yang membuat peluang bisnis percetakan semakin besar. Maka dari itu, mari ketahui bagaimana memulai bisnis percetakan serta apa saja peralatan yang harus Anda miliki.

Untuk memenuhi kebutuhan peralatan usaha percetakan, Anda dapat mempercayakannya pada Bangkit Perkasa. Bangkit Perkasa adalah distributor ATK terlengkap yang menyediakan kertas, lakban, hingga alat tulis lainnya.

Kunjungi laman produk Bangkit Perkasa untuk melihat beragam produk yang Anda butuhkan. Kami menerima pembelian dalam jumlah besar (bulk buying) dan menerima pengiriman ke seluruh Indonesia.

5 Langkah Memulai Usaha Percetakan

Anda bisa memulai bisnis percetakan kapan saja. Jenis usaha ini cukup stabil dan peminatnya selalu ada mengingat kegiatan seperti sekolah, kuliah, dan kerja selalu berjalan. Jadi, bagaimana langkah memulai bisnis percetakan yang harus Anda lakukan? Berikut ini jawabannya.

1. Menentukan Fokus Usaha

Bisnis percetakan memiliki banyak cabang, contohnya mulai dari percetakan stiker, percetakan undangan, percetakan sablon baju, hingga percetakan media promosi. Anda bisa memilih jenis jasa yang ingin Anda fokuskan di bisnis percetakan Anda.

Hal tersebut dapat Anda tentukan dengan mempertimbangkan faktor seperti budget usaha, target pasar, hingga lokasi bisnisnya. Sesuaikan fokus percetakan pada perencanaan model bisnis yang Anda inginkan.

Sebab, Anda akan lebih mudah menjalani bisnis bila fokus di satu bidang percetakan. Misalnya, Anda memilih untuk fokus di percetakan fotokopi. Maka budget usaha bisa digunakan untuk membeli mesin fotokopi dan ATK, lalu lokasi bisnis dibangun di sekitar kampus menyesuaikan target pasar yang merupakan mahasiswa.

2. Menentukan Lokasi Usaha

Setelah mengetahui fokus bisnis Anda, maka lanjutkan dengan survei lokasi yang strategis sesuai target pasar Anda. Lokasi menjadi faktor penentu kelancaran bisnis Anda, sehingga penting untuk menemukan tempat yang tepat terlebih dahulu saat ingin memulai usaha percetakan.

Apabila target pasar Anda merupakan mahasiswa dan pelajar, maka lakukan survei di sekitar lingkungan kampus maupun sekolah. Jadi, Anda meningkatkan peluang bisnis dengan membuka akses yang mudah bagi calon pelanggan mengunjungi tempat usaha.

Jika beruntung, Anda yang rumahnya berada di sekitar sekolah, kampus, maupun kantor, bisa memanfaatkan lahan rumah sebagai lokasi usaha. Cara tersebut akan membantu Anda menghemat biaya operasional karena tidak perlu menyewa tempat lagi.

3. Menentukan Modal dan Harga Jual

Langkah berikutnya adalah menentukan seberapa besar modal usaha dan harga jual produk serta jasa Anda. Jumlah modal merupakan total estimasi biaya yang Anda butuhkan untuk menjalan bisnis percetakan.

Contoh biaya yang perlu Anda keluarkan mulai dari biaya sewa tempat usaha, biaya operasional, biaya membeli peralatan usaha, hingga biaya perawatan. Biasanya, besar modal yang harus Anda persiapkan bervariasi dan berkisar mulai dari Rp10 juta sampai dengan Rp200 juta.

Kemudian, Anda perlu melakukan riset kompetitor bisnis percetakan agar dapat menentukan harga jual barang dan jasa bisnis percetakannya. Anda bisa mempertimbangkan nilai harga jual dari faktor seperti modal hingga arus kas keluar.

Jangan pasang harga terlalu rendah atau terlalu tinggi. Sebagai ilustrasi, bila harga satu lembar fotokopi warna di kompetitor adalah Rp500, maka Anda bisa menetapkan harga sebesar Rp450. Jadi, pelanggan tetap tertarik menggunakan barang dan jasa Anda tanpa mempertanyakan kualitasnya.

4. Memilih Peralatan Usaha Percetakan

Anda harus pandai memilih peralatan dan perlengkapan bisnis percetakan yang berkualitas. Cara mewujudkannya adalah dengan memilih distributor terpercaya yang akan membantu kelancaran bisnis Anda melalui distribusi stok produk percetakan yang lengkap dan kualitasnya terjamin.

Seperti Bangkit Perkasa, yang merupakan distributor alat tulis kantor dan lakban di seluruh Indonesia. Anda bisa menghubungi kontak Bangkit Perkasa untuk terhubung langsung dan konsultasi perihal produk usaha atau bisnis percetakan.

Adapun peralatan dan perlengkapan yang umumnya Anda butuhkan ketika ingin membuka bisnis percetakan mulai dari printer, tinta printer, komputer, mesin fotokopi, kertas, pemotong kertas, hingga mesin laminating.

5. Melakukan Promosi

Mempromosikan bisnis percetakan Anda harus dilakukan agar lebih cepat dikenal oleh masyarakat sekitar maupun target pasar Anda. Cara promosi bisnis bisa menggunakan sarana offline maupun online.

Contoh sarana offline adalah membagikan brosur sampai dengan memasang spanduk maupun baliho di lokasi bisnis percetakan Anda. Kemudian, Anda bisa mempromosikan bisnis secara online melalui media sosial seperti Instagram hingga Facebook, ataupun membuat status web resmi.

6 Peralatan Usaha Percetakan yang Wajib Dimiliki

Setelah mengetahui lima langkah memulai bisnis di bidang percetakan, Anda bisa simak macam-macam peralatan yang wajib Anda sediakan ketika berbisnis percetakan. Mulai dari komputer hingga mesin fotokopi, berikut tujuh peralatan yang umumnya harus ada di bisnis percetakan:

1. Komputer

Anda memerlukan komputer dan perangkat pelengkapnya untuk menjalankan sebuah bisnis percetakan. Sebab komputer akan menjadi alat yang digunakan untuk memproses data dokumen milik pelanggan maupun mengeditnya sebelum tahap cetak dimulai.

Untuk menghemat pengeluaran awal, Anda bisa menggunakan komputer bekas yang masih layak pakai. Umumnya, jumlah kebutuhan komputer menyesuaikan dengan skala bisnis yang Anda tawarkan.

Anda bisa menyediakan lebih dari satu komputer lengkap dengan pasangan printer-nya agar dapat menarik lebih banyak pelanggan. Pelayanan pun akan lebih cepat karena tersedia cukup alat percetakan untuk menghindari terjadinya antrean. 

2. Printer dan Tinta

Alat esensial untuk usaha percetakan berikutnya adalah printer serta tinta printer yang berkualitas. Usahakan memilih merk terpercaya yang tahan lama dan tidak rentan error ketika digunakan agar menghindari komplain. 

3. Stapler dan Staples

Menyediakan stapler lengkap dengan isinya (staples) merupakan tindakan wajib, sebab alat tersebut harus ada ketika penjilidan dokumen. Sediakan staples berukuran kecil, sedang, hingga besar, agar pelanggan dapat melakukan proses jilid untuk beragam ketebalan dokumen.

Anda bisa mendapatkan produk stapler dan staples berkualitas dari distributor terpercaya seperti Bangkit Perkasa. Jangan sungkan menghubungi untuk konsultasi dan terhubung langsung dengan customer service perihal produk percetakan!

4. Cutter, Gunting, dan Pemotong Kertas

Segala macam alat potong, termasuk gunting, cutter, hingga alat pemotong kertas, wajib Anda miliki saat membuka bisnis percetakan. Alat potong tersebut akan mempermudah proses penjilidan dokumen sehingga menjadi lebih rapi.

5. Lakban Hitam dan Penggaris

Melengkapi alat potong, penggaris besi juga wajib Anda sediakan jika ingin hasil pemotongan kertas hingga penjilidan dokumen lebih rapi. Selain itu, lakban hitam menjadi alat untuk mengaplikasikan teknik jilid lakban untuk dokumen seperti makalah hingga modul perkuliahan.

6. Mesin Fotokopi

Layanan bisnis percetakan Anda akan semakin komplet dengan adanya mesin fotokopi. Anda mungkin butuh modal lebih besar jika ingin mengadakan mesin ini di tempat Anda. Namun, daya tarik pelanggan ikut naik sebab kebutuhan akan mesin fotokopi selalu stabil mengingat kegiatan memperbanyak dokumen masih dilakukan.

Begitulah cara memulai usaha percetakan dan peralatan wajib yang perlu Anda sediakan dalam pelaksanaannya. Anda bisa menjaga kualitas produk percetakan dengan memilih penyedia yang terpercaya seperti Bangkit Perkasa. Bila Anda memiliki pertanyaan, hubungi customer service untuk informasi lebih lanjut!

Bagikan Artikel: